Pagi yang mendung disertai kabut tebal menyambut Christy saat Christy membuka jendela kamarnya, kebetulan kamarnya berada dilantai atas. Suara burung yang masih belum terjamah tangan jail manusia tak bertanggung jawab pun bernyanyi seakan memberinya semangat untuk kembali bangkit dari kesedihannya, maklum baru saja Christy kehilangan sosok Ayah yang sangat berperan penting bagi Christy dan keluarganya…
Mamanya sengaja mengajak Christy pindah jauh dari kota dimana mereka tinggal bersama Ayahnya, dengan niat Mamanya ingin Christy tak memikirkan kepergian Ayah Christy. Tapi bukanya Mamanya menemani Christy justru meninggalkannya sendiri di Villa seluas seperempat dari Rumahnya itu dengan tanpa alasan. “Entah aku harus mulai hidup dari mana? Sendiriiii?.” Ujar Christy saat itu.
Iyaaaah ini dia…
Christy, anak terakhir dari tiga bersaudara, kakak-kakaknya sudah punya keluarga, jadi jarang menghubungi Christy dan Mamanya. Christy terkenal anak yang sering ngambek, minta ini minta itu sesuka hati dan super dupel tripel manjanya. Pagi ini tepat diruang makan.
“Pagi Ma?” mencium kedua pipi Mamaku dengan kecupan sayang, sambil membawa secangkir coklat panas buatan Christy sendiri.
“Pagi sayang! Kok belum mandi? Hari ini kan harus daftar di Universitas baru.” Kata Mama sambil mengoles selai setrobery kesukaan Mama di atas sepotong roti berukuran sedang.
“Sama Mamakan?” mengambil roti yang ada diatas piring sembari meletakkan secangkir coklat panas dimeja tepat didepan Christy berdiri.
“Selai coklatnya habis, kebetulan Mama belum beli, kamu pake selai strobery aja ya chris? Mama hari ini harus menyelesaikan pekerjaan Mama di Kantor dulu Mama bekerja, jadi kamu daftar sendiri, Mama sudah siapkan sepeda untuk kamu.” Menyodorkan selai dan olesan selai kedepan Christy .
“Jadi Christy berangkat sendiri? Berapa hari Mama akan ninggalin Christy sendiri disini,Ma? Terus sepeda buat apa?” Tanya Christy kaget dengan mulut penuh gigitan roti isi selai strobery.
“Ditelan dulu kalau makan! Mama akan kembali kalau pekerjaan Mama sudah selesai, disini ada telefon rumah kamu bisa menggunakannya untuk menghubungi Mama. Kamu gunakan sepeda itu untuk ke Kampus itu hadiah dari Ayahmu”.
“Hadiah? Tapi Ma, Kenapa harus Sepeda, Kenapa juga gak ada BB, laptop ada kan Ma?” Manyun dan meletakkan sisa roti diatas piring begitu saja, sembari membawa sisa coklat panas yang mungkin sudah agak dingin.
“Hargai pemberian Ayah! Laptop Mama tinggal di Rumah, Mama berangkat dulu, cepat kamu mandi lalu ke Kampus!” berjabat tangan dan mencium pipi Christy si anak manja.
“Hati-hati Ma! I love U”
“I love U too sayang, kamu juga hati-hati, jaga diri!” melangkahkan kaki keluar pintu Villa sambil melambaikan tangan meninggalkan Christy.
Christy bergegas mandi lalu berangkat untuk mendaftarkan diri di Kampus barunya yang dipilihkan oleh Mama Christy.
“Na…na…na….” suara Christy bernyanyi dan berjalan keluar Villa untuk menuju kampus.
“Sepeda? Ayah,, kenapa gak ada mobil sich?” celoteh Christy melototi sepeda barunya.
Christy hanya pasrah dan mengayuh sepeda dengan lemas berharap bisa sampai ke kampus dengan betis yang tak berubah besar karena mengayuh sepeda dijalan yang naik turun bukit, maklum Christy sekarang tinggal diperbukitan kebun teh milik neneknya.
Ditengah perjalanan Christy bertemu gadis seusianya berjalan kaki, sepertinya dia juga ingin ke Kampus. Dengan rasa ragu, takut dan agak sungkan bertanya, Christy pun melontarkan kata dari mulutnya.
“Hai… Kamu Jalan?” Tanyanya sedikit malu karena belum mengenal gadis itu.
“Heiiiii, iya ni.” Senyum manis.
“Kalau boleh tau mau kemana? Aku Christy.”
Turun dari sepeda dan berjalan sejajar dengan gadis itu, Christy pun mengulurkan tangan dan berani tersenyum.
“Kampus… Felly.” Menerima uluran tangan Christy dengan lembut.
“Kamu tau alamat kampus ini?” menunjukkan alamat kampus yang diberikan Mama Christy untuk Christy.
“Ini Kampusku, kalau begitu kita kesana bareng yuk!” menawarkan dengan penuh persahabatan.
“Dengan senang hati Felly”.
Sejak Pertemuan itu mereka menjadi teman dan satu kelas pula, duduk berdekatan dan kemana-mana selalu bareng bahkan sekarang Felly tinggal di Villa Christy.
Tak jarang mereka sering berebut soal buku, bolpoin dan barang-barang yang mereka miliki. Sampe teman-teman yang lainpun heran melihatnya karena mereka kadang berbagi kadang juga berebut, hahaha aneh mereka.
“Felly…… ini kan bolpoinku, bawa sini gak!”
“Enak aja ini punya ku tau’. Aku nemu dikolong mejaku kok.” Jawab Felly dengan nada lucu-lucu agak nyebelin gitu.
“Berarti kan punyaku Fellyyyy, siniin donk! Ulangan nie… aku gag ada bolpoin lagi.” Saut Christy gemes.
“Enggaaaak Christy!” malah ngeledek.
“Iiihhhh Felly nyebelin tau gak!” menginjak-nginjakkan kaki dilantai merengek manja.
“Kalian ini kenapa sich? Ribut aja!” Tanya Morgan sedikit jengkel.
“Ini si Felly ambil bolpoinku.” Mengadu menunjuk kearah hidung Felly.
“Enak aja!” melempar tangan Christy.
“Iya kan?”
“Gak tau’!”
“Iya Felly.” Geregetan mengenggam kedua tangannya dan mengangkatnya tepat disamping pipinya sendiri.
Malah semakin ngotot saling berebut.
“Sudah, nie buat kamu Chris.” Morgan memberikan bolpoin miliknya untuk Christy dengan senyum.
Christy sejenak memandang morgan.
“Ambil.”
“…” Senyum Christy.
“WEeEeeEk.” Meledek Felly.
“Makasih Morgan”
“Iya, gak berebut lagi kan?”
Felly hanya cemberut menggoyang goyangkan mulutnya komat kamit udah kayak mbah dukun baca mantra saja, sambil melihat Christy dengan tatapan sebel.
SKIP……..
Dijalan ketika mereka hendak pulang. Morgan tampak gagah menggunakan mobil berwarna merah keren.
Lagi-lagi Morgan melihat Christy dan Felly berebut sesuatu, ntah apa yang bikin mereka seperti itu. Tapi ketika ada salah satu yang tidak datang ke Kampus merasa kehilangan juga, hahaha lucu ya mereka?..... umyu-unyu….
Apalagi semuanya termasuk anak manja, walau Felly sedikit dewasa dari Christy. Tapi sama aja manja kok. Namanya juga Felly dan Christy, bukan mereka kalau gak unyu-unyu banget.
“Piph…..piph….”
Bunyi mobil morgan mengagetkan mereka berdua serempak diam seperti patung, tak bergerak sedikitpun dan melempar bungkusan kecil yang diributkan mereka sepanjang jalan. Tak sengaja bungkusan itu pun terlindas mobil Morgan.
“Fellyyy, ituu?...” Kata Christy separuh bengong yang mengacungkan telunjuknya kebawah kolong mobil Morgan.
“Ooooo tidak Chris!” menggeleng-gelengkan kepala yang dipegangi kedua tangannya.
Mobil Morgan pun berhenti, Morgan tak sengaja melakukan itu, niatnya hanya untuk mengagetkan mereka tapi tak disangka malah terjadi seperti ini. Turunlah Morgan dari mobil funkinya itu.
“Kalian gak papa kan?” Tanya morgan cemas.
“Tes tes tes…” Nampak mengalir air mata dari mata indah Christy, langsung berlari tanpa berkata-kata.
“Chris, tunggu!” teriak Felly mengejar langkah Christy.
Tapi tangan Morgan menarik tangan Felly hingga Felly tak dapat melangkahkan kakinya untuk mengejar Christy.
“Lepasin Gan!” Lantang.
Bisa lantang juga si cewek unyu-unyu ini,hahaha. Kirain cuma bisa manja-manja genit gitu. Karena marah mungkin ya? Gak tau juga. hehehehe.
“Tunggu dulu, aku mau tanya”
“Tanya apa sich? Cepetan aku mau kejar Christy!” Berusaha melepaskan diri.
“Christy kenapa? Nampaknya dia menangis.”
“Jelas-jelas itu gara-gara kamu!!!” Marah melempar mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Morgan.
Setelah berhasil lepas dari Morgan Felly langsung mengejar Christy dan Morgan pun mengikutinya. Mungkin karena terlalu lama jejak Christy pun menghilang begitu saja. Morgan dan Felly tak berhenti mencari Christy.
“Memangnya kamu gak tau kemana Christy pergi?” Tanya Morgan ngosngosan.
“Aku kan dari tadi sama kamu, mana ku tau.” Geram.
“Maksudku tempat biasa Christy datangi.”
“Ya Villanya lah.”
“Berarti dia sudah pulang?”
“Gak mungkin dia pulang tiap dia sedih dia gak pernah mau pulang.”
“Itu maksud pertanyaanku, dimana biasanya dia?” sedikit gregetan.
“kruk… krukk…” Hanya menggaruk-garuk kepala dengan muka yang kebingungan. Kayaknya sih gak bingung, emang dasar Felly aja kali ya. Tulalit setadium akhir kalau lagi laper. Hahaha menurutku sih begitu.
“Hmmmmm….” Morgan hanya bisa menggeleng-nggelengkan kepala sambil menghembuskan nafas.
SKIP…………
Nampak Christy duduk sendiri dikursi pinggir danau biasa dia datangi tiap kali dia punya masalah, matanya tak henti mengelurkan cairan bening bersih dan jernih. Tiba-tiba seorang cowok menyodorkan sapu tangan berwarna merah muda kedepan wajah Christy.
Cowok persapu tangan merah muda? Siapa ya????
Ini dia yang namanya Rafaell, cowok berkulit putih, tinggi dan keren abis. Satu lagi dia sangat baik dan ramah sama semua orang.
“Hapus air matamu cantik, jangan kau kotori wajah mu dengan air mata.”
“Kamu siapa?” Menerima sapu tangan dan menghapus air matanya dengan sapu tangan merah muda itu.
“Aku Rafaell, panggil saja aku Rafa. Aku tau kamu sedang ada masalahkan? Yahhh,, setiap aku punya masalah aku juga selalu datang kesini, ini tempat yang indah buat aku. Kamu juga begitu kan?” Memandang wajah Christy yang tak basah lagi, sesekali menoleh kekanan dan kekiri melihat indahnya danau didepan mereka..
“Iya, aku sedang ingat dengan Mama dan Ayahku.” Dengan nada sedih.
“Kemana mereka?” Tanya Rafaell penasaran dan memegang pundak Christy.
“Ayah meninggal dan Mamaaa… eEmhhh”
Belum sempat mengatakan kenapa, Christy kembali menangis. Bedanya Christy menangis dipelukkan Rafaell. Rafaell kaget dan berusaha sedikit demi sedikit menyentuh rambut Christy dan membelainya.
“Kalau kamu tak bisa menceritakanya hari ini, tak apa. Sekarang kamu ikut aku!” Melepas Christy pelan-pelan dari pelukkannya.
Dihiburnya Christy hingga tak bersedih dan bisa tersenyum kembali saat melihat burung-burung yang hinggap diranting-ranting kering pinggir danau. Rafaell mengajari Christy mengejar burung-burung itu. Awalnya Christy tak mau tapi akhirnya Christy mencobanya dan Mereka bersenang-senang mengejar burung-burung kecil dengan tertawa riang.
Asik bermain tiba-tiba Christy tercebur kedanau yang dangkal, karena mereka bermain hanya dipinggir danau saja. Separuh badanya basah. Rafaell mencoba mengulurkan tangannya untuk membantu Christy keluar dari dalam danau itu. Eeehhhhh yang terjadi Rafaell malah ditariknya dan byuuurrrr…. Terceburlah Rafaell. Mereka hanya tertawa bercanda menikmati dinginya air danau.
SKIP……………
Kembali ke Felly dan Morgan yang tak henti mencari Christy. Dimana-mana sudah mereka cari tapi tak menemukan si cewek cantik manja itu. Sempat mereka mencari didanau tempat Christy duduk tadi namun, karena Christy telah diajak pergi sama Rafaell mereka tak bertemu dengan Christy. Rasa khawatir yang amat mendalam dirasakan Felly.
“Kalau terjadi apa-apa sama Christy. Kamu yang tanggung jawab!” menentengkan tangannya dan melotot kearah Morgan.
“Aaaakkuuuuu?” menunjuk mukanya sendiri.
“Ya! Kamu.”
“Kenapa? Apa gara-gara bungkusan kecil yang jelek itu?”
“EEeeeh… hati-hati kalau ngomong!” mendekatkan muka ke muka Morgan dan menunjuknya dengan jarinya.
“Memangnya itu apa?” Tanya Morgan penasaran.
“Itu kiriman dari Mamanya Christy. Sudah 5 tahun Mamanya tak mengunjungi Christy. Ntah kenapa Christy ditelantarkan begitu saja, dan Mamanya menitipkan Christy padaku, itu karena aku lebih dewasa dan Christy anak manja yang tak bisa mandiri. Aku juga belum tau pasti kenapa, bertemu Mamanya saja aku belum pernah.Mamanya hanya berbincang denganku lewat telefon, tapi yang jelas Mamanya sayang sama Christy. Setiap bingkisan kecil yang Mamanya kirim lewat Pos untuk Christy sangatlah berharga. Buat Christy itu adalah hati Mamanya yang datang untuk memberikan cinta.”
“Aku bersalah. Aku akan minta maaf sampai Christy mau memaafkanku.” Dengan nada bersalah karena Morgan merusak barang b erharga milik Christy.
SKIP……………..
Di villa Christy…………
Felly sudah ada di villa 1 jam sebelum Christy pulang.
“Baru pulang, Chris? Malem banget. Aku mencarimu.” Bangun dari sofa empuk yang diduduki Felly sebelum Christy datang dengan membawa toples berisi roti coklat dan sesekali memasukkan roti coklat itu kemulutnya .
“Bajumu basah? Kamu kenapa?” Tanyanya yang sedang meletakkan toples dimeja dan mendekati Christy sambil meraba seluruh baju Christy dari atas, bawah, samping dan tak lupa belakang sembari memutar-mutar tubuh Christy.
“Iya Fell, aku istirahat dulu ya? Capek.” Dengan muka kecapean setengah ngantuk.
“Ganti baju dulu, nanti masuk angin Christy sayang!”
“Iya bawel.” Jawab Christy seraya melempar tas kuliahnya itu ke muka Felly.
“Happp….” Untung saja Felly bisa menangkap, kalau tidak ya mukanya jadi korban.
“Christyiiiiii……” Teriak Felly kesal.
“Ehmm…” menoleh kebelakang memberi senyum pada Felly yang sangat gemes dengan kelakuan Christy.
“Sepertinya Christy bahagia, ketemu apa ya dijalan. Ah tau’ ah!” ngoceh sendiri kayak burung perkutut kelaperan.
Belum sempat menanyakan kenapa Christy bisa sampai basah semua, Christy sudah hilang dari pandangan Felly, Felly pun menyusul untuk tidur.
Keesokan harinya di Kampus Morgan menemui Christy.
“Aku minta maaf, Chris? Aku bener-bener tidak sengaja”
“Aku sudah melupakanya.” Jawab Christy halus.
“Terima kasih Christy, aku kira kamu akan marah besar padaku. Oh ya Ada yang pengen aku omongin sama kamu.”
“Apa?”
“eeEmmmm,,, aaaakkku mencintaimu, Chris.” Dengan groginya Morgan menyatakan perasaanya kepada Christy.
(…… “Chris, aku mencintai Morgan sejak pertama aku masuk kampus ini, dia baik dan aku sangat menyayanginya, aku ingin dia jadi pendamping yang bisa menjaga ku,Chris.”……….)
Christy mengingat curahan hati yang sempat Felly katakan padanya.
“Mencintaiku? Aku juga mencintaimu, Gan. Tapi, Felly lebih mencintaimu dari pada aku. Dia bukan sekedar sahabat tapi dia saudaraku, kata Mama dia anak Mama sama laki-laki sesudah Ayah. Dia adikku,Gan! Aku tak mungkin melukainya, walaupun Ayahnya yang telah menghancurkan rumah tangga Mama dan Ayahku, tapi dia tetap adikku yang lahir dari Rahim Mama, dan dia yang bisa membuat Ayahku memaafkan Mama, tapi jangan beri tau ini pada Felly”.
“Tapi, Chris? Apa kamu akan mengorbankan perasaanmu untuknya?”
“Tentu, aku harap kamu bisa bersamanya,Gan. Demi aku.”
“Tapi, cintaku hanya kamu,Chris.”
“Percayalah, kamu pasti bisa mencitainya. Aku mencintaimu Morgan. Aku sayang sama kamu.”
“Baiklah aku akan turuti keinginanmu, Chris.”
“Jaga dia seperti dia menjagaku selama ini.”
SKIP……………….
Morgan berjalan memasuki ruang kelas dengan wajah kecewa menunduk bagaikan sedang menghitung lantai yang dia injak-injak sepanjang jalan dan langsung Felly menyapanya.
“Woeee, kenapa kamu?” Tanya Felly menepuk pundak Morgan.
Sontak Morgan kaget.
“Gak papa Fell, Aku ingin bicara sama kamu. Ke kantin yuk!”
“Soal Kemarin ya?”
“Bukan, ayo ikut dulu!” menarik tangan Felly.
Sampai di Kantin..
“Es Jeruk dua mbk!” Morgan memesan minuman untuk berdua.
“Apa yang ingin kamu katakan padaku? Kalau soal kemarin aku sudah tanyakan sama Christy kalau dia memaafkanmu.” Memegang gelas berisikan es jeruk yang baru saja datang dari mbak kantin lalu mengaduk-aduk minuman itu.
“Apa benar kamu mencintaiku? Kalau benar aku juga ingin mengatakan hal yang sama. Kalau aku juga mencintaimu.” Hatinya merasa sakit mengatakan itu, tapi apaboleh buat ini dia lakukan untuk Christy cintanya.
Sejenak Felly memandang wajah Morgan dan cuek dengan minuman yang tadi menjadi obyek kejailan tangannya.
“Benarkah? Sudah lama aku menanti ini Morgan. Aku kira kamu tidak akan mencintaiku, karena selama ini yang kau perhatikan bukan aku tapi Christy, ternyata kamu dekat dengan Christy untuk bisa mendapaatkanku ya? Aku juga mencintaimu.” Langsung melarikan diri dan berteriak, “Aku bahagia.”
“Aneh, masak aku ditinggal sih? Aahhh bodo amat.” Langsung meninggalkan kursi yang didudukinya dan berniat memberi tau Christy kalau Morgan sudah menuruti kemauan Christy.
Berjalan sambil menendang semua benda-benda kecil yang berada didepanya.
“Christy mana ya?” Bicara sendiri sambil clingak-clinguk mencari cewek cantik yang bernama Christy itu.
SKIP……………………………………………
“Christy, Morgan jadian sama aku.” Ujar Felly mendekati Christy yang duduk sendirian didepan ruang Perpus.
“Benarkah? Aku bahagia mendengarnya.” Pura-pura tersenyum dengan batin berteriak sakiiiiiiiiiiiiiit.
“Aku cari Morgan dulu sayang.” Berlari dan mencolek pipi Christy.
Christy hanya menggeleng-gelengkan kepala lalu setelah Felly mulai jauh Christy berlari keluar kampus, biasa Christy menuju danau.
Sesampai di danau duduklah Christy ditempat biasa dia duduk untuk menghabiskan air matanya. Muncullah Rafaell sang penghapus air mata Christy.
“Kenapa lagi kamu?” biasa menyodorkan sapu tangan merah mudanya.
Christy menerima sapu tangan itu dan langsung mengusap air matanya.
“Itu sapu tangan ibuku, beliau sudah meninggal ketika aku baru berumur 5 tahun, Aku sangat kehilangan, tapi itu hanya sesaat. Setelah berjalanya hari rasa kehilangan itu hilang. Memang sulit menerima kepergian orang yang kita cintai, tapi yakinlah kita bisa menghapus dengan melawanya. Hanya hati kita dan kekuatan kita yang dapat mengalahkan rasa kehilangan itu. Percaya kalau kebahagiaan lebih akan menang dari pada kesedihan yang mendalam.”
Christy nampak mendengar betul semangat yang diberikan Rafaell.
“Makasih, Rafa! Kamu selalu ada disaat aku membutuhkan penghibur hati.”
Rafaell hanya membalas dengan senyum kecil. Lalu rafaell pergi meninggalkan Christy. Beberapa menit kemudian Morgan datang.
“Kamu disini Chris. Aku mencarimu, aku tau kamu sakit, Aku juga begitu. Aku sudah melaksanakan apa yang kamu perintahkan padaku.”
Tanpa berkata-kata Christy langsung memeluk erat Morgan. Dari kejauhan Nampak Felly yang melihat mereka duduk berpelukan dipinggir Danau.
“Christyiiiii , kamu jahat!” Teriak Felly.
“Felly!” Morgan dan Christy serempak, langsung melepaskan pelukkannya dengan kaget.
Felly berbalik arah berlari tanpa melihat arah kiri ada sebuah mobil melaju sangat kencang.
“Braaaaaaaaaaaaaaakkkkkkk,”
Felly terlempar jauh. Felly pun dibawa Morgan dan Christy ke Rumah Sakit terdekat. Keadaan Felly sangat parah. Setelah diperiksa Dokter, Dokter memanggil Christy dan berbincang-bincang tentang keadaan felly. Setelah Felly sembuh nanti Christy punya rencana untuk pulang ke Rumah Mamanya, tapi Christy tidak tau entah dengan cara apa,sejauh ini Christy tidak pernah tau dimana Mamanya tinggal. Christy merasa dirinya hanya akan menjadi penghalang hubungan mereka (Felly dan Morgan).
SKIP…………………………………………………………
Sebelum pergi mencari Mamanya, diruangan dimana Felly dirawat, Rafaell nampak menemani Christy menemui adiknya itu. Christy mencium kening memegang tangan Felly dan berkata
“Aku sayang kamu adikku Felly.” Setelah itu Christy meninggalkan ruangan Felly.
Setelah melakukan operasi dan satu minggu Felly mengalami koma akhirnya sadarkan diri.
“Aku benci sama Christy. Benciii… tak mau aku melihatnya lagi”. Mendengar teriakkan Felly, Morgan hanya terdiam dan memandang mata Felly penuh cinta.
“Bawa aku pergi jauh dari sini Morgan, aku gak mau melihat Christy lagi. Aku gak mau kamu jatuh kepelukkan Christy. Bawa aku Morgan!”
“Kamu gak perlu pergi sayang, Christy sudah meninggalkan Villa dan kembali kerumah Mamanya.” Tak sadar Morgan memanggil Felly dengan panggilan sayang.
“Apa aku sudah bisa mencintai Felly?” Tanyanya dalam hati.
“Syukurlah kalau gitu, gak usah susah-susah aku untuk pergi agar tak bisa melihat Christy.”
Morgan hanya tersenyum, mungkin dia juga merasa kecewa Karena Christy memilih meninggalkannya.
“Ayo kita pulang, kata Dokter kamu boleh pulang, tapi harus banyak istirahat dan jangan terlalu stress”.
“Iya, tapi bagaimana caranya Christy bisa kerumah Mamanya?”
“Dia diantar Rafaell, kebetulan Rafaell itu adalah anak dari temen Mamanya Christy yang sengaja disuruh untuk mengawasi Christy.
“Dia akan kembali ke sini?” Tanya Felly kurang lega.
“Sepertinya tidak”.
“Baguslah”.
Sangat lega hati Felly.
Sampai di villa, Felly membuang semua foto Christy yang tertata rapi didinding dan meja disetiap ruangan. Felly benar-benar marah sama Christy. Gara-gara masalah ini persahabatan sekaligus persaudaraan mereka hancur.
“AUuuuu….” Teriak Felly.
“Kamu kenapa sayang?” Tanya Morgan panik.
Tiba-tiba Felly pinsan dan Morgan membawanya kembali kerumah sakit.
“Gimana keadaan Felly dok?” Tanya Morgan mendorong dan menarik pundak dengan kuat Dokter.
“Saya tidak bisa mengatakan apa-apa, saya hanya akan memberi tau keadaan Felly kepada kakaknya. Kamu tenang Felly akan baik-baik saja”.
“Maksud dokter Christy?”
“Iya, karena hanya dia yang berhak tau.”
“Tapi dia tidak disini, Dok.”
“Segera hubungi Christy!” menepuk pundak Morgan dan pergi meninggalkannya.
SKIP……………………………………
“Kriinngggggggggggggggggggggg……”
“Hello tante.”
“Iya hello…” Mama Christy menjawab.
“Christy nya ada?”
“Ini siapa ya?”
“Morgan, aku mau kasih tau soal Felly.”
“Ini Chris. Morgan” Memberikan gagang telephone kepada Christy.
“Ada apa,Gan?” Tanya Christy panik.
“Felly masuk Rumah sakit lagi.”
“Apa? Apa yang dia lakukan setelah dia pulang? Kenapa dia bisa sampai masuk Rumah Sakit lagi, apa kamu tidak menyuruhnya untuk beristirahat?” tanyanya panik dan khawatir.
“Ceritanya panjang, Chris. Lebih baik kamu kesini".
“Baik, Aku akan kesana.”
SKIP…………………………………………………………..
Di Rumah sakit...............
“Christy mana?” Tanya Morgan kepada Rafaell yang sedang menunggu Christy keluar dari Ruang Dokter.
“Selama disini Christy tak mau untuk ditemui, hargai keputusan Christy.”
“Maksud kamu apa?” mengangkat tangan kanannya yang siap meluncurkan pukulan maut.
“Tunggu dulu!” mencegah, memegangi tangan Morgan.
“Jangan kasar, ini keputusan Christy tolong hargai kalau kamu memang cowok sejati”.
Morgan hanya diam.
Beberapa hari kemudian Felly sadarkan diri, mungkin karena kecelakaan yang terlalu parah Felly harus berulang-ulang masuk Rumah Sakit.
“Sayang, kamu sudah sadar?” Lagi-lagi dengan tidak sadar Morgan memanggil Felly sayang.
“Mungkin aku sudah benar-benar mencintai Felly, tatapan matanya membuat aku semakin cinta.” Katanya dalam hati.
“Kamu benar membenci Christy?” Tanya Morgan.
“Iya, aku sangat membenci Christy.”
“Christy jadi aneh, bertemu dengan ku pun dia tidak mau. Aku juga membencinya.” Gumam Morgan dalam hati.
Tiap kali Christy telefon tak ada satupun dari mereka yang mau mengangkat telfon Christy. Padahal Christy hanya merindukan adiknya Felly. Christy ingin mendengar suara Felly. Benar-benar Christy merindukan Felly.
Beberapa hari kemudian Rafaell datang ke villa tempat tinggal Felly dan kebetulan disana juga ada Morgan.
“Ada yang ingin aku sampaikan pada kalian. Tentang Christy, dia ingin minta maaf sama kalian karena pergi begitu saja, Christy merindukan mu Felly.”
“Buat apa minta maaf, Kami senang Christy gak ada disini.” Jawab Morgan jengkel.
“Iya, buat apa?” Sahut Felly.
“Morgan, seharusnya kamu membantukku memberi tau Felly kalau Felly adalah adik Christy sesungguhnya”. “aaakuuuu? Adik Christy? Benarkah itu Morgan?”
“Iya benar, Fel. Aku gak memberi tau mu karena Christy melarang. Dia takut kamu akan marah karena Ayah kalian berbeda. Christy senang dengan persaudaraan kalian yang seperti biasanya dan Christy takut kehilangan kamu. Bahkan, Christy rela mengorbankan perasaannya demi kamu, Christy menyuruhku untuk mencintaimu. Padahal aku dan Christy saling cinta. Tapi Rafa, kenapa Christy gak mau bertemu denganku?” Tanya Morgan yang butuh penjelasan.
“Christy melakukan itu? Christy kakakku? Tanya Felly pada dirinya sendiri.
“Setelah Felly kecelakaan, Felly kehilangan satu penglihatanya, yang satu dapat melihat tapi kemungkinan akan buta itu ada, jika Felly terlalu stress memikirkan sesuatu mungkin itu karena benturan yang sangat keras. Hanya donor mata yang bisa membuat satu mata Felly dapat melihat lagi. Menurut Dokter Felly dapat melihat dengan satu mata itu sudah cukup, Tapi apa yang dilakukan Christy? Christy tidak mau adik kesayangannya cacat, dan Christy mendonorkan satu matanya untuk Felly.
Sebagai seseorang yang menyayangi Christy aku gak rela, tapi aku masih bisa bernafas sedikit lega karena hanya satu mata yang di donorkan oleh Christy. Tapi apa yang terjadi keesokan harinya? Felly jatuh pinsan karena terlalu emosi bukan? Felly terlalu memikirkan akan kehilangan Morgan karena adanya Christy. Belum cukupkah Felly membuat mata Christy buta sebelah? Mana rasa terima kasih Felly? Saat Dokter bilang pada Christy kalau satu mata Felly ternyata buta Lagi, diberikannya sisa mata Christy untukmu,Fel. Setelah itu Christy tidak bisa melihat orang-orang yang dia sayang lagi. Itu alasan Christy pergi jauh dari kalian. Christy tidak mau mendengar kalian sedih.”
Mendengar cerita Rafaell Morgan dan Felly meneteskan air mata.
Begitu bersalahnya mereka sudah membenci gadis sebaik Christy.
“Kak Christy…. Kau kakakku.. kau kakakku… kau kakakku, aku ingin bertemu Christy, bawa aku kerumah Mama.. aku ingin memeluk Christy.”
“Sudah terlambat.” Saut Rafael.
“Maksud kamu?” Tanya Morgan kaget.
Mereka kemudian kerumah Christy. Sampai disana terlihat Mama Christy sedang memandangi foto Christy.
“Mama bangga padamu, chris. Kamu sudah tidak manja lagi, bisa berbagi, bahkan bisa menyayangi adikmu setulus hatimu. Mama bangga kamu bisa mandiri dan peduli sama orang lain.” Memandang foto Christy dengan haru.
“Ma, mana kak Christy, Ma?”
“Christy sudah tidak ada di dunia ini lagi, Fel. Sebelum meninggal setiap hari dia selalu menunggu telefon dari kamu. Christy meninggal karena Christy terjatuh dari tangga saat mendengar telefon berbunyi. Christy berharap itu telefon dari kamu. Dengan tergesa-gesa Christy menuruni tangga tanpa tongkatnya. Karena Christy buta akhirnya dia jatuh dan meninggal, Christy kehabisan darah”. Menangis memeluk Felly.
“Kak Christy… kenapa kak christy pergi. Lalu kenapa Mama meninggalkan kami ma?” Tanya Felly menangis kehilangan Christy.
“Niat mama hanya ingin membuat kalian bersatu, saling menyayangi dan bisa berbagi.” Jawab Mamanya sembari memberikan foto Christy berdua dengan Felly yang tadi dipegang Mamanya.
Felly memandang haru senyum Christy dan dirinya difoto itu, dibaliknya foto itu dan dibelakangnya tertulis.
…………….. Felly sayang, adikku yang lebih dewasa dari aku, yang cantik,, baik, dan selalu menjaga aku. Ini aku Christy kakakmu yang selalu akan menyayangimu sampai kapanpun. Aku senang bisa mengenalmu sebagai sahabat sekaligus saudara dan aku lebih senang saat Mama memberi Tau aku kalau kamu adalah benar-benar adikku. Aku menyayangimu Felly Unyu ….............................
Felly tak bisa menahan lagi air matanya yang sempat berhenti mengalir sejenak itu.
“Dan ini rekaman Christy bernyanyi untukmu, Fel.” Memberikan Hanphone milik Christy.
Begini liriknya
.......................... Hari ini adalah lembaran baru bagiku
dan ku disini karna kau yang memilihku…..
Tak pernah ku ragu akan cintamu…
Inilah diriku dengan melodi untukmuuu…. Dan bila aku berdiri tegar sampai hari ini
Bukan karena kuat dan hebatku
Semua karena cinta
Semua karena cinta
dan mampu diriku dapat berdiri tegar
terima kasih cinta. Terima kasih Felly…………………………
Felly semakin deras meneteskan air matanya mengikuti nyanyian Christy dalam video rekaman Christy sebelum dia meninggal.
“Antar Felly ke makam kak Christy ma!”
Semuanya menuju makam Christy sampai disana tak satupun yang tidak menangis, apalagi Felly yang pernah menyianyiakan Christy dan pernah membencinya.
“Maafin Felly yang gak pernah mau kabari dan terima kabar dari kak Christy. Maafin Felly yang sudah salah menilai kak Christy. Kak, dimata ku ada kak Christy, kak Christy akan selalu hidup, selalu hidup dimata dan hatiku kak, Felly sayang kak Christy Unyu”.
The end................
"cerita ini hanyalah fiktif belaka, jika ada kesamaan tempat, nama dan juga cerita adalah hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan"
Penulis : Isthie Olivia Offiziellen (@Istyii_Bvorzugt)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar