Jumat, 16 Agustus 2013

Cintaku Untukmu Bersandar Dihatinya



                Malam ini tepat hari minggu, sudah genap seminggu Anisa si cewek cantik, tinggi dan terlihat sempurna dimata para cowok yang melihatnya itu kehilangan kekasihnya yang entah pergi kemana. Suasana hati Anisa tak kunjung mereda dari rasa galau bak keong yang kehilangan rumahnya. Hatinya sesak tak leluasa dia bernafas seperti hari saat dia ditemani kekasih yang sangat dicintainya.
          Hari-hari tanpa sang kekasih membuat dia tak semangat menjalani hidup, aktifitasnya pun terhambat bahkan dia tak lagi menginjakkan kakinya diKampus idaman para mahasiswa Indonesia itu. Tubuhnya tak bertenaga seperti tanpa tulang yang tak bisa berdiri tegak. Setiap hari Anisa hanya berdiam diri sembari meneteskan mutiara-mutiara indah dari matanya bersandar ditiang rumah yang sudah lama ia huni bersama adik dan Bibi pembantunya.
          Perutnya tak lagi ia hiraukan sama sekali walau sang perut sering kali merengek meminta suapan kecil dari tangan Anisa. Bibi yang melihat keadaan Anisa hanya bisa berdoa semoga Anisa bisa bangkit dari keterpuruknya.
          Bagaimana Anisa tidak demikian? Cowok yang selangkah lagi menjadi pendamping hidup Anisa dan anak-anaknya kelak tak kunjung datang menghampirinya setelah membatalkan pernikahan mereka.
          “Non, Makan dulu! Bibi sudah buatkan nasi goreng kesukaan Non Nisa”. Menyodorkan nasi goreng dan susu hangat yang tertata rapi diatas benda berbentuk kotak bergambarkan kucing imut yang tak lain adalah binatang kesukaan Anisa.
          Anisa tidak merespon sama sekali seperti sudah tidak bisa berkomunikasi dengan suara-suara yang bernaung syahdu ditelinganya. Dia hanya membuka matanya dengan tatapan kosong tanpa arah dan tujuan.
          “Hmmmmm, kasihan Non Nisa, saya tidak boleh membiarkannya terus-terusan seperti ini”. Gumam bibi sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
          Bibi kembali kedalam dan meletakkan makanan Anisa diatas meja didalam kamar Anisa. Berharap Anisa akan memakanya jikalau dia masuk kedalam kamarnya nanti.

SKIP……………………………………………………..

          Kita pindah ke cewek satu ini ya reader. Namanya Christy, cewek penyayang, perhatian dan cantiiik pastinya. Dikampusnya dia sangatlah populer. Tak jarang cowok terpesona melihat kecantikanya apalagi kalau dia tersenyum bisa jatuh bangun cowok yang memandangnya.
          Christy sangat dikagumi semua penghuni Kampusnya, karena kepandainya dalam bidang akademi. Salah satunya Yuda, cowok bertampang keren, berbodi gagah dan cukup populer dikampusnya sesudah Derry.
          “Haiii Chris, aku Yuda!” Memperkenalkan diri dengan pedenya.
          “Christy”. Mengulurkan tangan dan mendekap uluran tangan Yuda.
          “Nama yang bagus”. Mengeluarkan jurus pertamanya meluluhkan hati cewek.
          “Thanks!” Membalas dengan senyum yang membuat hati Yuda mencair bagai Musim salju berganti dengan musim Semi.
          “Sayang, ternyata disini”. Muncullah sosok cowok keren levelnya diatas Yuda yang terlihat sedang mencari cewek yang berjabat tangan dengan Yuda.
          “Ehhh Derry, Iya aku lagi mau ke kantin”. Spontan melepaskan uluran tangannya dan menunjuk arah dimana kantin berada.
          “Siapa???” Bertanya pada Christy menunjuk muka kesalnya si Yuda.
          “Oh iyaa, ini emmm ini Yuda. Kita baru ajha kenalan”. Dengan nada patah-patah karena masih kaget dengan kedatangan Derry.
          “MMmmm”. Menutup rapat-rapat mulutnya dan mengangguk-anggukkan kepalanya.
          “Iya… aku Yuda”. Melotot menggaruk-garuk kepalanya.
          “Jangan macem-macem sama cewekku”. Membisikkan kata itu ditelinga Yuda.
          “Ya udah, kita kekantin dulu ya, Yud?” Tersenyum dan menarik Derry yang masih melotot dihadapan Yuda.
          “Hmm, silakan!” Menggunakan tangan kanannya dengan sopan mempersilakan dua pasangan kekasih itu berjalan meninggalkannya.
          “Apees!” Menepuk keningnya sendiri.

SKIP…………………………………………………………………………………
         
          Karena rasa penasaran dengan Christy yang sangat amat tinggi, Yuda mengikuti Christy sampai kerumahnya. Plonga-plongo dia dibalik gerbang rumah Christy. Yuda memperhatikan Christy yang masuk kedalam rumah dan kembali keluar rumah dengan bergaun indah berwarna merah muda dan wajahnya sedikit dipoles mikeup yang membuat Yuda tambah mengagumi Christy.
          “Piiiphhh…. Lakson Moge yang dikendarai Derry berbunyi dan mengagetkan Yuda hingga melompat dan terjatuh.
          “Rese’…...” Sembari kembali berdiri tegak.
          Derry nampaknya ingin menjemput Christy, melihat hal itu Yuda kembali merubah wajahnya yang awalnya sumringah menjadi kusut dan kesal. Derry dan Christy yang melintas dihadapan Yuda tak menyapa Yuda sama sekali dan Yuda akhirnya memutuskan untuk pulang.
          “Nasiipp… tampang keren kayak aku masih saja tidak laku-laku. Sebaiknya aku pulang saja!” Mengacak-acak rambutnya berjalan meninggalkan gerbang yang dia peluk erat saat memandang wajah Christy.
          “Aaaauuuu”. Anisa yang berlari mundur menabrak Yuda dan terjatuh dipelukkan Yuda.
          Waktu seperti berhenti, mata mereka saling memandang satu sama lain. Bibi yang berlari mengejar Anisa pun ikut terdiam melihat kejadian itu. Sejenak suasana menjadi romantic dan wajah Yuda yang semula kusut kembali sumringah bak pakean yang sudah distrika licin.
          “Non, mau kemana sich?”. Bibi kembali menjalankan waktu yang tadi sempat berhenti.
          “Maaf.. Maaf..” Yuda membantu Anisa berdiri tegak dan melepaskan dekapannya.
          “Saya yang harus minta maaf atas kesalahan non Nisa menabrak Aden”. Tutur kata bibi sopan kepada Yuda.
          Anisa kembali berlari dan masuk kedalam rumahnya. Tanpa melontarkan satu katapun dari mulutnya. Ya begitulah Anisa sejak pernikahannya batal.
          “Dia siapa bik??” Tanya Yuda penasaran.
          “Itu Non Anisa Den, kakak tiri Non Christy. Aden ini temanya Non Christy ya? Non Christynya sudah pergi sama Den Derry, baruuu saja”. Menjelaskan.
          “Panggilnya Yuda ajha bik, Iya saya temanya Christy. Emmm itu makanan buat siapa bik?” Melihat makanan yang dibawa bibik.
          “Ini buat Non Anisa, Den. Mari silakan masuk!”
          “Iya bik”.
          “Begitulah Non Anisa. Sudah sebulan dia tidak mau berbicara sama siapapun sejak kepergian  Den miko”. Menjelaskan dengan logat jawa kepada Yuda yang sedang memperhatikan Anisa yang duduk sendiri diayunan tempat favorit Anisa dan Miko berduaan dulu.
          “Miko siapa bik?” Menoleh ke bibik.
          “Den Miko itu calon suaminya Non Nisa, Den. Dia pergi saat pernikahan mereka akan dilaksanakan. Itu yang membuat Non Nisa jadi seperti ini”.
          “Pergi kemana bik?”
          “Semua orang juga tidak tau keberadaan Den Miko sekarang”.
          “Boleh Yuda bantu Bik untuk suapin Anisa?!”
          “Boleh Den Boleh”. Memberikan sepiring nasi goreng kesukaan Anisa.
          “Makasih bik”. Menerima piring yang disodorkan Bibi dan mendekat kearah Anisa duduk.
          “Hy Cantik. Yuda bawa nasi goreng nih. Enaaaakkkk sekali hlooo. Cantik suka kan? Yuda suapin ya?” Jongkok didepan Anisa yang duduk terdiam diayunan.
          Anisa memandang Yuda dan mau membuka mulutnya yang amat berat menerima makanan apapun itu dengan pelan.
 Setelah makan selesai Anisa diajak jalan-jalan ditaman rumahnya yang sangat luas dan indah. Mereka berhenti dijembatan kolam ikan yang amat sangat sejuk untuk bersantai.
“Kita duduk disini yuk!” Membantu Anisa duduk.
“Kalau Cantik butuh teman, Yuda ada kok buat Cantik. Nanti Yuda ajak Cantik jalan-jalan dan beli Nasi goreng yang banyaaaakkkk sebanyak yang Cantik mau”. Melebarkan tangannya hingga menyentuh kening Anisa.
“Apaan sich J ”. Menghempas tangan Yuda dan tersenyum seakan hidup kembali dari keterpurukkan yang membuatnya seperti mayat hidup.
“Cantik tersenyum?” Senang sekaligus heran.
“Namaku Anisa bukannya Cantik”. Berkata-kata dengan senyum gembira.
“Memang kamu ithu cantik kok!” memandang wajah Anisa kagum.
J”… Dengan malu-malu Anisa membalas senyum Yuda.
“Hy Nis….” Sapa Cherly sahabat karib Anisa dari kejauhan.
“Hy Cher…” berdiri dan mendekati Cherly.
“Kamu sudah move on”. Memeluk Anisa yang sudah ada dihadapanya.
“Yaaa….” Tersenyum melepas pelukkan memandang wajah Cherly lalu kembali memeluk Cherly.
“Yeee.. Aku senang melihatnya”. Bersorak melompat lompat bersama Anisa.
Yuda yang melihat itu merasa kalau dia sudah tidah dibutuhkan lagi dan Yuda pun meninggalkan rumah Anisa dengan senyum bahagia.
“Cowok yang tadii mana, Nis?” Menengok jembatan yang sekarang sudah kosong tanpa penghuni.
“Namanya Yuda… tapi kemana ya dia?” tolah toleh kekanan ke kiri mencari keberadaan Yuda.
“Ya sudah lah… yang penting kamu sudah ceria lagi.. yeee”. Kembali melompat-lompat bersama-sama Anisa.


SKIP……………………………………………………………………………….

“Non Nisa!” kaget melihat Anisa yang berdandan cantik dan berpakaian rapi.
“Kenapa bik? Ada yang aneh?” memantau sekujur tubuhnya yang berbalut drees dan celana jins memeriksa apakah ada yang salah dengan dirinya.
“Tidak Non”.
“Kak Nisa?” Christy pun heran dan tersenyum melihat kakaknya yang sepertinya sudah bangkit dari hal yang menyedihkan sebulan yang lalu.
“Pasti ini gara-gara Den Yuda”.
“Yudaa?”
          “Iya Non”.
“Boleh kan kakak ikut dimobil kamu?”
“Hh, tentu kak”. Memeluk Anisa.
Sampai dikampus Yuda melihat Anisa dan Christy turun dari mobil mewah berwarna silver. Lalu Yuda menghampiri mereka.
“Makasiih ya Yud, kata bibi kamu yang membuat kak Nisa jadi seperti ini”.
“Ahhh itu Cuma kebetulan ajha, Chris”.
“Mungkin karena muka kamu yang unik kali Yud”. Ledek Christy.
“Muka keren kayak gini dibilang Unik”.
J”……. Anisa tersenyum dan melangkahkan kaki mengikuti Christy meninggalkan Yuda yang sedang berkaca dispion mobil mereka.
“Loo looo aku kok ditinggal”. Tak melihat siapa-siapa saat menoleh kearah dimana Anisa dan Christy berdiri tadi. Yuda pun akhirnya berlari dan mengejar langkah Anisa dan Christy.
“Kak Nisa, Christy tinggal dulu ya”.
“Derry pinjem Christy sebentar ya Kak Nisa?” menggandeng Christy dan melangkah meninggalkan Anisa.
“Oh ya silakan!”
“Mau kemana mereka Nis?” Tanya Yuda ngos-ngosan karena kelelahan berlari mengejar Anisa dan Christy.
“Ya berduaan lah biasa orang pacaran. Kenapa? Kamu cemburu?”
“Iyaa sich. Tapi kayaknya aku gak bakalan bisa dapetin Christy”.
“Kenapa?”
“Dia kan begitu mencintai Derry”.
“Mmmm…. Just like that, sabar ajha ya?”. Menganggukan kepala lalu berjalan menuju kelasnya.
“Nisaaaa”. Cherly yang muncul dari dalam kelas langsung memeluk Anisa.
“Aku senang Nis mendengar kabar kamu kemarin”. Saut Dimas.
“Memangnya aku kenapa sich? Sampai kalian segitunya melihat aku sekarang?”
“Sudah lah lupakan!” jawab Dimas.
“Ini yang namanya Yuda?” Tanya Cherly melirik ke Yuda yang gerak geriknya seperti orang yang kebelet pipis saja.
“He hemm…” Jawab Anisa mengangguk.
“Ya sudah, aku pergi dulu ya?” pamit Yuda yang ingin mengejar langkah Christy.
“Mau kemana?” teriak Anisa namun Yuda tak mendengarnya.
“Untuk merayakan kembalinya Anisa dikampus ini bagaimana kalau kita makan bersama?” Ajak Dimas.
“Okee siapa takut”. Jawab Cherly.
“Sekarang niich?” Tanya Anisa yang agak sedikit lemah dan kurang semangat mungkin karena baru menjalankan aktifitasnya yang pertama.
“Ya iya donk Nisa… Ayoo buruan!” Menarik Anisa yang masih sedikit bingung.

SKIP……………………………

Dari kejauhan Yuda selalu memperhatikan gerak gerik Christy yang sedang berdua dengan Derry. Hatinya sediih melihat cewek yang dia kagumi tidak menoleh sedikitpun padanya.
“Huhuhuhu… inikah nasipku TUHAN”. Dengan wajah lucu dia menggeleng-gelengkan kepalanya menatap langit meratapi nasip buruknya itu.
“Kamu kenapa?” Anisa menepuk pundak Yuda yang sedang menyembunyikan dirinya sibalik semak-semak.
“Lihat Nis, pupus lah sudah harapanku”. Menunjuk kearah dimana Christy dan Derry sedang asyik ngobrol.
“Hmmm…” berjalan meninggalkan Yuda.
“Nis, nis.. tunggu. Kalau menurut kamu gue ini gimana? Pantas gak buat Christy?” Menarik tangan Anisa menghentikan langkahnya.
“Kamu ithu baik, perhatian dan Christy bakalan nyesel kalau nolak kamu”. Menjawab pertanyaan Yuda setelah sejenak memandang tangannya yang disentuh oleh Yuda.
“Lalu kenapa Miko ninggalin cewek sebaik kamu”. Memandang mata Anisa.
Mata Anisa berkaca-kaca mendengar pertanyaan Yuda yang menurutnya membuat hatinya kembali bersediih. Anisa meninggalkan Yuda dan berlari entah kemana. Yuda memang sempat bingung namun dia tak segan mencari keberadaan Anisa yang menghilang dari hadapanya karena pertanyaan itu.
“Cantik, maafin aku ya?” Memberikan coklat yang tak lain itu adalah kesukaan Anisa.
“Kamu tau aku disini?” Menerima coklat yang diberi Yuda.
“Kalau aku sedang marah, sedih, kesel aku juga datang ketaman ini, saat aku melihat kupu-kupu yang hinggap dibunga satu sama lain rasanya hatiku jadi damai”. Duduk disamping Anisa dan memandang warna-warni bunga dan kupu-kupu yang indah.
“Aku makan ya coklatnya”.
“Silakan, berarti kamu sudah maafin aku?”
“Hmmmm…” mengangguk.
“Aku antar kamu pulang ya?”
“Boleh….”. Sembari tertawa kecil.
Ditengah perjalan pulang Anisa dan Yuda melihat Derry dan teman-temannya yang sedang membicarakan sesuatu. Anisa dan Yuda sengaja menguping pembicaraan mereka.
          “Aku bisa kan dapetin Christy dan bertahan sampai 5 bulan? Sekarang Aku minta kumpulin kontak motor kalian”. Menadahkan tangan diantara teman-temanya.
          “Hebat juga kamu, Derr. aku salut kamu bisa dapetin cewek terpopuler dikampus kita ini dengan mudah”. Kata salah satu teman Derry.
          “Derry!!!” Teriak Anisa yang mendengar pacar adiknya itu ternyata hanya mempermainkan adiknya.
          “Buuuuegg… dasar cowok kurang ajar!” Yuda memukul Derry dengan power full.
          “Kak Nisa, dengerin Derry dulu kak, Derry bisa jelasin”. Memegang kedua tangan Anisa memohon agar Anisa mau mendengarkan penjelasan Derry.
          “Aku sudah tau semuanya Derr”. Christy yang tadinya ingin menjemput Anisa melihat semua kejadian itu.
          “Plaaaakkk…” Tamparan kekecewaan Christy mendarat dipipi Derry dan berlari meninggalkan semua orang yang ada diTKP.
          “Chris… tunggu!” Yuda mengejar Christy.
          Tiba-tiba Christy berhenti dan memeluk Yuda. Awalnya Yuda terdiam namun lama-lama Yuda berbalik memeluk Christy. Yuda merasa kalau dia bahagia saat itu. Anisa yang melihat Yuda dan Christy merasa sakit, hatinya nyesek sepertinya dia tak rela dengan itu semua. Namun Anisa hanya terdiam karena dia tau Yuda mencintai Christy yang tak lain adalah adiknya sendiri.
          Anisa lalu berjalan menjauh dari mereka, dia tidak mampu memendam airmatanya. Sepanjang jalan Anisa hanya bisa menangis dan kembali bersedih saat dia sudah mulai bisa bangkit kembali.
          “Anisa??” Sapa Cherly yang sedang jalan berdua dengan Dimas yang tak sengaja berpapasan dengan Anisa.
          “Kamu kenapa, Nis?” tanya Cherly menegakkan wajah Anisa yang dia tundukkan disepanjang jalan.
          “Kamu menangis? Siapa yang menyakiti kamu?” tanya Dimas yang khawatir melihat Anisa yang bersedih sampai meneteskan airmata.
          Anisa menutup mulut rapat-rapat dan hanya menggeleng-gelengkan kepala menyembunyikan isi hatinya.
          “Nisa, kalau ada apa-apa cerita sama kita”. Masih memegang kedua pipi Anisa dengan kedua tangannya agar wajah Anisa mampu mereka lihat.
          Anisa tetap menutup mulutnya dan berjalan kearah dimana rumah Anisa berdiri tegak.
         
          SKIP………………………………………………………………..

          “Aku bodoh ya Yud, aku sangat bodoh”.
          “Kamu tidak bodo Chris”.
          “Seharusnya aku tidak percaya dengan Derry”.
          “Sudah lah Chris, janganlah kamu menangis untuk cowok seperti itu!”
          “Kalau saja aku mendengar kata kak Nisa, aku pasti sudah meninggalkan Derry dari dulu dan memilih kamu”.
          “Aku??? Memangnya Anisa bicara apa padamu?”
          “Kak Nisa bilang kalau kamu adalah cowok yang baik dan sangat mencintaiku”.
          “EMmmmm….” Salah tingkah menggaruk kepalanya dan menggerakkan semua badanya sesekali mengusap wajahnya.
          “Kenapa Yud? Kamu mencintaiku kan?” Tanya Christy yang bingung dan mulai ragu saat melihat ekspresi Yuda .
          “EMmmmmm, aku memang sangat kagum padamu Chris. Kamu cantik dan kamu baik. Tapi rasa itu ternyata hanya sekedar rasa kagumku saja. Dihatiku belum ada rasa CINTA untukmu, maafkan aku, Chris”.
          “Jadi kamu tidak mecintaiku?”
          “Aku mencintai cewek lain, Chris. Hatiku sudah mengatakan kalau aku jatuh cinta padanya”.
          “Siapa cewek yang beruntung itu?”
          “Christy……” Derry memotong pembicaraan mereka.
          “Ayo Yuda kita pergi dari sini!” Menarik tangan Yuda.
          “Chris aku mau menjelaskan semuanya”. Menarik tangan Christy.
          “Gak perlu Derr, aku mau kita putus!” Menatap penuh benci.
          “Aku mohon, Chris!”
          Tanpa berkata-kata lagi Christy dan Yuda meninggalkan Derry yang nampaknya bersungguh-sungguh ingin meminta maaf sama Christy.

          SKIP………………………………………………………………………

          “Kak, Christy mau ajak kakak sama Yuda buat makan malam”.
          “Kakak?”
          “Iya kak”.
          “Kapan?”
          “Sekarang. Yuda sedang menuju kesini”.
          “Ting tung….” Suara bel rumah Christy berbunyi.
          “Itu sepertinya Yuda”.
          “Ya sudah kamu buka saja pintunya, kakak siap-siap dulu”.
          Christy membukakan pintu dan dia tidak melihat batang hidung Yuda, Namun yang dia lihat adalah Derry mantan kekasihnya.
          “Ngapain kamu kesini?” Dengan Nada kesal.
          “Aku mau menjelaskan semuanya, Chris. Tapi tidak disini. Aku mohon!” memegang kedua tangan Christy memohon agar mendapat kesempatan kedua.
          “Okee…” Amarahnya sedikit mereda.
          “Chris mana Yuda kok tidak disuruh masuk? Kakak udah siap nih”. Menunduk merapikan bajunya.
          “Kak Nisa”. Sapa Derry.
          “Derry? Bukanya yang mau kesini itu Yuda? Kok?” menunjuk muka Derry kebingungan.
          “Kak, Christy jalan sama Derry dulu ya? Nanti kalau Yuda kesini kakak ajak dia makan malam. Da kakak”.
          “A aaa akuuu.. sama akuuuu sama  Zzzzs emmmm Yu.. Yuda?”
          “Hm hm kak”. Sudah agak jauh duduk dibagian belakang moge milik Derry sembari menoleh kebelakang.
          Yuda berpapasan dengan mereka begitu sampai digerbang rumah Anisa. Yuda Nampak kebingungan karena melihat Christy bersama Derry.
          “Loooh, katanya mau makan malam denganku? Kok pergi sama Derry?” Gumamnya dalam hati.
          “Yuda… aku titip kak Nissa ya?” berhenti sejenak melihat Yuda sudah sampai dirumahnya.
          “Jadi kita pergi berdua nich?”
          “Hmmm hmmm…” Anisaa jadi salah tingkah hanya senyam senyum sendiri.
          “Ya udah, jalan Yuk!”
          “Hmmm Iyaa”. Lagi-lagi tersenyum.

          SKIP……………………………………………………………………………

          “Nisa, boleh gabung?” Cherly muncul bersama Dimas.
          “Boleeh…” sembari mengaduk isi gelasnya dengan sendok cantik berwarna merah muda.
          “Kalian berdua disini?” Tanya Dimas
          “Hmmm hmmm” Jawab Anisa yang sedang mengunyah makanan.
          “Akrab juga kalian”. Ledek Cherly.
          “Anisa????” Cowok berjas hitam bersepatu hitam dan berdasi tiba-tiba menghentikan obrolan mereka.
          “Uhuuuuukkk…” Anisa keselek makanan yang sedang dikunyahnya manja.
          “Minum minum…” Yuda mengambilkan minuman untuk Anisa.
          Mata Anisa sontak berkaca-kaca memandang cowok itu. Ternyata cowok yang membuat Anisa keselek adalah Miko yang tak lain adalah calon suaminya.
          “Siapa dia, Nis?” Tanya Yuda yang heran melihat pandangan Anisa yang nampaknya mengenal dekat cowok yang mendekati mereka itu.
          “Nisa? Kamu masih ingat aku?” Tanya Miko.
          Anisa langsung berdiri memeluk Miko, Nampak dihati Anisa massih tersimpan cinta untuk Miko. Yuda yang melihat itu ikut berdiri begitupun Cherly dan Dimas.
          “Aku merindukanmu Mik, kenapa kamu tega ninggalin aku?” memeluk erat Miko.
          Hati Yuda sangat panas, dia berusaha menutupi rasa itu. Dimas dan Cherly memperhatikan pandangan Yuda yang sangat terlihat kalau dia cemburu melihat semua itu. Akhirnya Dimas dan Cherly menarik Yuda meninggalkan tempat itu.
          “Aku tidak meninggalkanmu, Nis. Hatiku masih selalu menyimpan cinta kita”.
          “Lalu kenapa kamu pergi?”
          “Aku pergi dengan alasan. Orang tuaku menginginkan aku menikah dengan gadis pilihan mereka. Aku tidak bisa menolak, lalu aku putuskan untuk pergi dari kamu agar kamu tidak terluka mendengar semua itu”. Memeluk Anisa lebih erat.
          “Aku mencintaimu Mik, aku gak mau kehilangan kamu lagi”.
          Yuda ternyata masih tetap ditempat itu walau dia hanya memperhatikan Anisa dari jauh, melihat cinta Anisa begitu dalam Yuda memutuskan untuk menghilang dari hadapan Anisa untuk selamanya.
          “Lalu dimana gadis itu sekarang?”
          “Dia sudah meninggalkan dunia ini, Nis”.

          SKIP…………………………………………………………………………..
         
          “Kak, Christy punya kabar gembira. Christy balikan lagi sama Derry. Derry sudah minta maaf sama Christy dan berjanji akan menyayangi Christy. Dia bilang kalau dia benar-benar cinta sama Christy”.
          “Emmmm bagus donk!”
          “Kakak pulang sama siapa? Christy kok tidak mendengar mobil Yuda?”
          “Mau tau aja apa mau tau banget?”
          “Iiiiiiwwwh kakak gitu ya? Awas aja! Hayooo Christy Klitikin nich!”
           Terjadi candaan khas dikamar Anisa.
          Keesokan harinya Anisa jalan sama Miko, tapi Anisa tidak merasakan senyaman saat dia bersama dengan Yuda. Anisa pun merindukan Yuda yang selalu menemaninya saat Anisa tertawa ataupun menangis.
          Begitulah yang dirasakan Anisa setiap hari bahkan rindunya kepada Yuda semakin berat karena akhir-akhir ini Yuda tidak pernah menampakkan wajah uniknya itu dihadapan Anisa.
          “Maukah kamu menikah denganku?!” berlutut dihadapan Anisa sembari membuka kotak merah berisi cincin yang sangat indah.
          “Maafkan aku Mik, sepertinya hatiku sudah milik orang lain”. Berlari meninggalkan Miko.
          Sampai dirumah Anisa Nampak bingung dengan perasaannya. Dia mondar mandir dan membuat Christy pusing melihatnya.
          “Kak berhentii !!!, Kakak masih mencintai kak Miko? Jawab jujur kak”.
          “Ntahlah Chris. Kakak bingung. Kakak memang masih mencintai Miko tapi sepertinya kakak juga sedang jatuh cinta sama cowok lain”.
          “Siapa kak?”
          “Mungkin ini gila atau tidak masuk akal. Tapi rasa-rasanya kakak jatuh cinta sama Yuda. Kakak memang mencintai Miko tapi hati kakak sudah terlanjur bersandar didalam hati Yudaa, tapi sepertinya hati dia hanya untuk kamu, Chris”.
          “Yuda? Hmmmmm. Tidak kak, Yuda mencintai kakak bukan aku”. Christy tersenyum.
          Sampai dirumah Anisa, Cherly dan Dimas yang Nampak panic memanggil-manggil Anisa.
          “Nisa, Yuda Nis…”
          “Kenapa dengan Yuda?”
          “Dia mau berangkat ke Bali, dia mau pindah kuliah disana, sekarang dia dalam perjalanan Ke Bandara”.
          “Kak, Christy tau kakak sangat mencintai Yuda. Yuda juga sangat mencintai kakak. Sekarang kakak susul Yuda ya?”
          Merekapun menjalankan mobilnya menuju Bandara dengan kecepatan tinggi. Beruntung Yuda belum berangkat dan Anisa masih bisa bertemu dengan Yuda.
          “Yudaaa….” Berlari mengahampiri Yuda yang menenteng koper, lalu Anisa memeluknya.
          “Anisa…” Merespon pelukkan Anisa.
          “Jangan pergi”.
          “Aku takan pergi untukmu”. Memeluk erat Anisa.
          Dimas, Cherly dan Christy yang melihat ikut merasakan kebahagiaan mereka berdua.


The End…………………………………………….

"cerita ini hanyalah fiktif belaka, jika ada kesamaan tempat, nama dan juga cerita adalah hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan"


         
         




          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar