Cintaku
Untukmu Bersandar Dihatinya
Malam ini
tepat hari minggu, sudah genap seminggu Anisa si cewek cantik, tinggi dan
terlihat sempurna dimata para cowok yang melihatnya itu kehilangan kekasihnya
yang entah pergi kemana. Suasana hati Anisa tak kunjung mereda dari rasa galau
bak keong yang kehilangan rumahnya. Hatinya sesak tak leluasa dia bernafas
seperti hari saat dia ditemani kekasih yang sangat dicintainya.
Hari-hari
tanpa sang kekasih membuat dia tak semangat menjalani hidup, aktifitasnya pun
terhambat bahkan dia tak lagi menginjakkan kakinya diKampus idaman para
mahasiswa Indonesia itu. Tubuhnya tak bertenaga seperti tanpa tulang yang tak
bisa berdiri tegak. Setiap hari Anisa hanya berdiam diri sembari meneteskan
mutiara-mutiara indah dari matanya bersandar ditiang rumah yang sudah lama ia
huni bersama adik dan Bibi pembantunya.
Perutnya
tak lagi ia hiraukan sama sekali walau sang perut sering kali merengek meminta
suapan kecil dari tangan Anisa. Bibi yang melihat keadaan Anisa hanya bisa
berdoa semoga Anisa bisa bangkit dari keterpuruknya.
Bagaimana
Anisa tidak demikian? Cowok yang selangkah lagi menjadi pendamping hidup Anisa
dan anak-anaknya kelak tak kunjung datang menghampirinya setelah membatalkan
pernikahan mereka.
“Non,
Makan dulu! Bibi sudah buatkan nasi goreng kesukaan Non Nisa”. Menyodorkan nasi
goreng dan susu hangat yang tertata rapi diatas benda berbentuk kotak
bergambarkan kucing imut yang tak lain adalah binatang kesukaan Anisa.
Anisa
tidak merespon sama sekali seperti sudah tidak bisa berkomunikasi dengan
suara-suara yang bernaung syahdu ditelinganya. Dia hanya membuka matanya dengan
tatapan kosong tanpa arah dan tujuan.
“Hmmmmm,
kasihan Non Nisa, saya tidak boleh membiarkannya terus-terusan seperti ini”.
Gumam bibi sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
Bibi
kembali kedalam dan meletakkan makanan Anisa diatas meja didalam kamar Anisa.
Berharap Anisa akan memakanya jikalau dia masuk kedalam kamarnya nanti.
SKIP……………………………………………………..
Kita
pindah ke cewek satu ini ya reader. Namanya Christy, cewek penyayang, perhatian
dan cantiiik pastinya. Dikampusnya dia sangatlah populer. Tak jarang cowok terpesona
melihat kecantikanya apalagi kalau dia tersenyum bisa jatuh bangun cowok yang
memandangnya.
Christy
sangat dikagumi semua penghuni Kampusnya, karena kepandainya dalam bidang
akademi. Salah satunya Yuda, cowok bertampang keren, berbodi gagah dan cukup
populer dikampusnya sesudah Derry.
“Haiii
Chris, aku Yuda!” Memperkenalkan diri dengan pedenya.
“Christy”.
Mengulurkan tangan dan mendekap uluran tangan Yuda.
“Nama
yang bagus”. Mengeluarkan jurus pertamanya meluluhkan hati cewek.
“Thanks!”
Membalas dengan senyum yang membuat hati Yuda mencair bagai Musim salju
berganti dengan musim Semi.
“Sayang,
ternyata disini”. Muncullah sosok cowok keren levelnya diatas Yuda yang
terlihat sedang mencari cewek yang berjabat tangan dengan Yuda.
“Ehhh
Derry, Iya aku lagi mau ke kantin”. Spontan melepaskan uluran tangannya dan
menunjuk arah dimana kantin berada.
“Siapa???”
Bertanya pada Christy menunjuk muka kesalnya si Yuda.
“Oh
iyaa, ini emmm ini Yuda. Kita baru ajha kenalan”. Dengan nada patah-patah
karena masih kaget dengan kedatangan Derry.
“MMmmm”.
Menutup rapat-rapat mulutnya dan mengangguk-anggukkan kepalanya.
“Iya…
aku Yuda”. Melotot menggaruk-garuk kepalanya.
“Jangan
macem-macem sama cewekku”. Membisikkan kata itu ditelinga Yuda.
“Ya
udah, kita kekantin dulu ya, Yud?” Tersenyum dan menarik Derry yang masih
melotot dihadapan Yuda.
“Hmm,
silakan!” Menggunakan tangan kanannya dengan sopan mempersilakan dua pasangan
kekasih itu berjalan meninggalkannya.
“Apees!”
Menepuk keningnya sendiri.
SKIP…………………………………………………………………………………
Karena
rasa penasaran dengan Christy yang sangat amat tinggi, Yuda mengikuti Christy
sampai kerumahnya. Plonga-plongo dia dibalik gerbang rumah Christy. Yuda
memperhatikan Christy yang masuk kedalam rumah dan kembali keluar rumah dengan
bergaun indah berwarna merah muda dan wajahnya sedikit dipoles mikeup yang
membuat Yuda tambah mengagumi Christy.
“Piiiphhh….
Lakson Moge yang dikendarai Derry berbunyi dan mengagetkan Yuda hingga melompat
dan terjatuh.
“Rese’…...”
Sembari kembali berdiri tegak.
Derry
nampaknya ingin menjemput Christy, melihat hal itu Yuda kembali merubah
wajahnya yang awalnya sumringah menjadi kusut dan kesal. Derry dan Christy yang
melintas dihadapan Yuda tak menyapa Yuda sama sekali dan Yuda akhirnya
memutuskan untuk pulang.
“Nasiipp…
tampang keren kayak aku masih saja tidak laku-laku. Sebaiknya aku pulang saja!”
Mengacak-acak rambutnya berjalan meninggalkan gerbang yang dia peluk erat saat
memandang wajah Christy.
“Aaaauuuu”.
Anisa yang berlari mundur menabrak Yuda dan terjatuh dipelukkan Yuda.
Waktu
seperti berhenti, mata mereka saling memandang satu sama lain. Bibi yang
berlari mengejar Anisa pun ikut terdiam melihat kejadian itu. Sejenak suasana
menjadi romantic dan wajah Yuda yang semula kusut kembali sumringah bak pakean
yang sudah distrika licin.
“Non,
mau kemana sich?”. Bibi kembali menjalankan waktu yang tadi sempat berhenti.
“Maaf..
Maaf..” Yuda membantu Anisa berdiri tegak dan melepaskan dekapannya.
“Saya
yang harus minta maaf atas kesalahan non Nisa menabrak Aden”. Tutur kata bibi
sopan kepada Yuda.
Anisa
kembali berlari dan masuk kedalam rumahnya. Tanpa melontarkan satu katapun dari
mulutnya. Ya begitulah Anisa sejak pernikahannya batal.
“Dia
siapa bik??” Tanya Yuda penasaran.
“Itu
Non Anisa Den, kakak tiri Non Christy. Aden ini temanya Non Christy ya? Non
Christynya sudah pergi sama Den Derry, baruuu saja”. Menjelaskan.
“Panggilnya
Yuda ajha bik, Iya saya temanya Christy. Emmm itu makanan buat siapa bik?”
Melihat makanan yang dibawa bibik.
“Ini
buat Non Anisa, Den. Mari silakan masuk!”
“Iya
bik”.
“Begitulah
Non Anisa. Sudah sebulan dia tidak mau berbicara sama siapapun sejak
kepergian Den miko”. Menjelaskan dengan
logat jawa kepada Yuda yang sedang memperhatikan Anisa yang duduk sendiri
diayunan tempat favorit Anisa dan Miko berduaan dulu.
“Miko
siapa bik?” Menoleh ke bibik.
“Den
Miko itu calon suaminya Non Nisa, Den. Dia pergi saat pernikahan mereka akan
dilaksanakan. Itu yang membuat Non Nisa jadi seperti ini”.
“Pergi
kemana bik?”
“Semua
orang juga tidak tau keberadaan Den Miko sekarang”.
“Boleh
Yuda bantu Bik untuk suapin Anisa?!”
“Boleh
Den Boleh”. Memberikan sepiring nasi goreng kesukaan Anisa.
“Makasih
bik”. Menerima piring yang disodorkan Bibi dan mendekat kearah Anisa duduk.
“Hy
Cantik. Yuda bawa nasi goreng nih. Enaaaakkkk sekali hlooo. Cantik suka kan?
Yuda suapin ya?” Jongkok didepan Anisa yang duduk terdiam diayunan.
Anisa
memandang Yuda dan mau membuka mulutnya yang amat berat menerima makanan apapun
itu dengan pelan.
Setelah makan selesai Anisa diajak jalan-jalan
ditaman rumahnya yang sangat luas dan indah. Mereka berhenti dijembatan kolam
ikan yang amat sangat sejuk untuk bersantai.
“Kita
duduk disini yuk!” Membantu Anisa duduk.
“Kalau
Cantik butuh teman, Yuda ada kok buat Cantik. Nanti Yuda ajak Cantik
jalan-jalan dan beli Nasi goreng yang banyaaaakkkk sebanyak yang Cantik mau”.
Melebarkan tangannya hingga menyentuh kening Anisa.
“Apaan
sich J ”. Menghempas tangan Yuda
dan tersenyum seakan hidup kembali dari keterpurukkan yang membuatnya seperti
mayat hidup.
“Cantik
tersenyum?” Senang sekaligus heran.
“Namaku Anisa
bukannya Cantik”. Berkata-kata dengan senyum gembira.
“Memang
kamu ithu cantik kok!” memandang wajah Anisa kagum.
“J”… Dengan malu-malu Anisa membalas senyum Yuda.
“Hy
Nis….” Sapa Cherly sahabat karib Anisa dari kejauhan.
“Hy
Cher…” berdiri dan mendekati Cherly.
“Kamu
sudah move on”. Memeluk Anisa yang sudah ada dihadapanya.
“Yaaa….”
Tersenyum melepas pelukkan memandang wajah Cherly lalu kembali memeluk Cherly.
“Yeee..
Aku senang melihatnya”. Bersorak melompat lompat bersama Anisa.
Yuda yang
melihat itu merasa kalau dia sudah tidah dibutuhkan lagi dan Yuda pun
meninggalkan rumah Anisa dengan senyum bahagia.
“Cowok
yang tadii mana, Nis?” Menengok jembatan yang sekarang sudah kosong tanpa
penghuni.
“Namanya
Yuda… tapi kemana ya dia?” tolah toleh kekanan ke kiri mencari keberadaan Yuda.
“Ya sudah
lah… yang penting kamu sudah ceria lagi.. yeee”. Kembali melompat-lompat
bersama-sama Anisa.
SKIP……………………………………………………………………………….
“Non
Nisa!” kaget melihat Anisa yang berdandan cantik dan berpakaian rapi.
“Kenapa
bik? Ada yang aneh?” memantau sekujur tubuhnya yang berbalut drees dan celana
jins memeriksa apakah ada yang salah dengan dirinya.
“Tidak
Non”.
“Kak
Nisa?” Christy pun heran dan tersenyum melihat kakaknya yang sepertinya sudah
bangkit dari hal yang menyedihkan sebulan yang lalu.
“Pasti ini
gara-gara Den Yuda”.
“Yudaa?”
“Iya Non”.
“Iya Non”.
“Boleh
kan kakak ikut dimobil kamu?”
“Hh,
tentu kak”. Memeluk Anisa.
Sampai
dikampus Yuda melihat Anisa dan Christy turun dari mobil mewah berwarna silver.
Lalu Yuda menghampiri mereka.
“Makasiih
ya Yud, kata bibi kamu yang membuat kak Nisa jadi seperti ini”.
“Ahhh itu
Cuma kebetulan ajha, Chris”.
“Mungkin
karena muka kamu yang unik kali Yud”. Ledek Christy.
“Muka
keren kayak gini dibilang Unik”.
“J”……. Anisa tersenyum dan melangkahkan kaki
mengikuti Christy meninggalkan Yuda yang sedang berkaca dispion mobil mereka.
“Loo looo
aku kok ditinggal”. Tak melihat siapa-siapa saat menoleh kearah dimana Anisa
dan Christy berdiri tadi. Yuda pun akhirnya berlari dan mengejar langkah Anisa
dan Christy.
“Kak
Nisa, Christy tinggal dulu ya”.
“Derry
pinjem Christy sebentar ya Kak Nisa?” menggandeng Christy dan melangkah
meninggalkan Anisa.
“Oh ya
silakan!”
“Mau
kemana mereka Nis?” Tanya Yuda ngos-ngosan karena kelelahan berlari mengejar
Anisa dan Christy.
“Ya
berduaan lah biasa orang pacaran. Kenapa? Kamu cemburu?”
“Iyaa
sich. Tapi kayaknya aku gak bakalan bisa dapetin Christy”.
“Kenapa?”
“Dia kan
begitu mencintai Derry”.
“Mmmm….
Just like that, sabar ajha ya?”. Menganggukan kepala lalu berjalan menuju
kelasnya.
“Nisaaaa”.
Cherly yang muncul dari dalam kelas langsung memeluk Anisa.
“Aku
senang Nis mendengar kabar kamu kemarin”. Saut Dimas.
“Memangnya
aku kenapa sich? Sampai kalian segitunya melihat aku sekarang?”
“Sudah
lah lupakan!” jawab Dimas.
“Ini yang
namanya Yuda?” Tanya Cherly melirik ke Yuda yang gerak geriknya seperti orang
yang kebelet pipis saja.
“He
hemm…” Jawab Anisa mengangguk.
“Ya
sudah, aku pergi dulu ya?” pamit Yuda yang ingin mengejar langkah Christy.
“Mau
kemana?” teriak Anisa namun Yuda tak mendengarnya.
“Untuk
merayakan kembalinya Anisa dikampus ini bagaimana kalau kita makan bersama?”
Ajak Dimas.
“Okee
siapa takut”. Jawab Cherly.
“Sekarang
niich?” Tanya Anisa yang agak sedikit lemah dan kurang semangat mungkin karena
baru menjalankan aktifitasnya yang pertama.
“Ya iya
donk Nisa… Ayoo buruan!” Menarik Anisa yang masih sedikit bingung.
SKIP……………………………
Dari
kejauhan Yuda selalu memperhatikan gerak gerik Christy yang sedang berdua
dengan Derry. Hatinya sediih melihat cewek yang dia kagumi tidak menoleh sedikitpun
padanya.
“Huhuhuhu…
inikah nasipku TUHAN”. Dengan wajah lucu dia menggeleng-gelengkan kepalanya
menatap langit meratapi nasip buruknya itu.
“Kamu
kenapa?” Anisa menepuk pundak Yuda yang sedang menyembunyikan dirinya sibalik
semak-semak.
“Lihat Nis,
pupus lah sudah harapanku”. Menunjuk kearah dimana Christy dan Derry sedang
asyik ngobrol.
“Hmmm…”
berjalan meninggalkan Yuda.
“Nis,
nis.. tunggu. Kalau menurut kamu gue ini gimana? Pantas gak buat Christy?”
Menarik tangan Anisa menghentikan langkahnya.
“Kamu
ithu baik, perhatian dan Christy bakalan nyesel kalau nolak kamu”. Menjawab
pertanyaan Yuda setelah sejenak memandang tangannya yang disentuh oleh Yuda.
“Lalu
kenapa Miko ninggalin cewek sebaik kamu”. Memandang mata Anisa.
Mata
Anisa berkaca-kaca mendengar pertanyaan Yuda yang menurutnya membuat hatinya
kembali bersediih. Anisa meninggalkan Yuda dan berlari entah kemana. Yuda
memang sempat bingung namun dia tak segan mencari keberadaan Anisa yang
menghilang dari hadapanya karena pertanyaan itu.
“Cantik,
maafin aku ya?” Memberikan coklat yang tak lain itu adalah kesukaan Anisa.
“Kamu tau
aku disini?” Menerima coklat yang diberi Yuda.
“Kalau
aku sedang marah, sedih, kesel aku juga datang ketaman ini, saat aku melihat
kupu-kupu yang hinggap dibunga satu sama lain rasanya hatiku jadi damai”. Duduk
disamping Anisa dan memandang warna-warni bunga dan kupu-kupu yang indah.
“Aku
makan ya coklatnya”.
“Silakan,
berarti kamu sudah maafin aku?”
“Hmmmm…”
mengangguk.
“Aku
antar kamu pulang ya?”
“Boleh….”.
Sembari tertawa kecil.
Ditengah
perjalan pulang Anisa dan Yuda melihat Derry dan teman-temannya yang sedang
membicarakan sesuatu. Anisa dan Yuda sengaja menguping pembicaraan mereka.
“Aku
bisa kan dapetin Christy dan bertahan sampai 5 bulan? Sekarang Aku minta kumpulin
kontak motor kalian”. Menadahkan tangan diantara teman-temanya.
“Hebat
juga kamu, Derr. aku salut kamu bisa dapetin cewek terpopuler dikampus kita ini
dengan mudah”. Kata salah satu teman Derry.
“Derry!!!”
Teriak Anisa yang mendengar pacar adiknya itu ternyata hanya mempermainkan
adiknya.
“Buuuuegg…
dasar cowok kurang ajar!” Yuda memukul Derry dengan power full.
“Kak
Nisa, dengerin Derry dulu kak, Derry bisa jelasin”. Memegang kedua tangan Anisa
memohon agar Anisa mau mendengarkan penjelasan Derry.
“Aku
sudah tau semuanya Derr”. Christy yang tadinya ingin menjemput Anisa melihat
semua kejadian itu.
“Plaaaakkk…”
Tamparan kekecewaan Christy mendarat dipipi Derry dan berlari meninggalkan
semua orang yang ada diTKP.
“Chris…
tunggu!” Yuda mengejar Christy.
Tiba-tiba
Christy berhenti dan memeluk Yuda. Awalnya Yuda terdiam namun lama-lama Yuda
berbalik memeluk Christy. Yuda merasa kalau dia bahagia saat itu. Anisa yang
melihat Yuda dan Christy merasa sakit, hatinya nyesek sepertinya dia tak rela dengan
itu semua. Namun Anisa hanya terdiam karena dia tau Yuda mencintai Christy yang
tak lain adalah adiknya sendiri.
Anisa
lalu berjalan menjauh dari mereka, dia tidak mampu memendam airmatanya.
Sepanjang jalan Anisa hanya bisa menangis dan kembali bersedih saat dia sudah
mulai bisa bangkit kembali.
“Anisa??”
Sapa Cherly yang sedang jalan berdua dengan Dimas yang tak sengaja berpapasan
dengan Anisa.
“Kamu
kenapa, Nis?” tanya Cherly menegakkan wajah Anisa yang dia tundukkan
disepanjang jalan.
“Kamu
menangis? Siapa yang menyakiti kamu?” tanya Dimas yang khawatir melihat Anisa
yang bersedih sampai meneteskan airmata.
Anisa
menutup mulut rapat-rapat dan hanya menggeleng-gelengkan kepala menyembunyikan
isi hatinya.
“Nisa,
kalau ada apa-apa cerita sama kita”. Masih memegang kedua pipi Anisa dengan
kedua tangannya agar wajah Anisa mampu mereka lihat.
Anisa
tetap menutup mulutnya dan berjalan kearah dimana rumah Anisa berdiri tegak.
SKIP………………………………………………………………..
“Aku
bodoh ya Yud, aku sangat bodoh”.
“Kamu
tidak bodo Chris”.
“Seharusnya
aku tidak percaya dengan Derry”.
“Sudah
lah Chris, janganlah kamu menangis untuk cowok seperti itu!”
“Kalau
saja aku mendengar kata kak Nisa, aku pasti sudah meninggalkan Derry dari dulu
dan memilih kamu”.
“Aku???
Memangnya Anisa bicara apa padamu?”
“Kak
Nisa bilang kalau kamu adalah cowok yang baik dan sangat mencintaiku”.
“EMmmmm….”
Salah tingkah menggaruk kepalanya dan menggerakkan semua badanya sesekali
mengusap wajahnya.
“Kenapa
Yud? Kamu mencintaiku kan?” Tanya Christy yang bingung dan mulai ragu saat
melihat ekspresi Yuda .
“EMmmmmm,
aku memang sangat kagum padamu Chris. Kamu cantik dan kamu baik. Tapi rasa itu
ternyata hanya sekedar rasa kagumku saja. Dihatiku belum ada rasa CINTA
untukmu, maafkan aku, Chris”.
“Jadi
kamu tidak mecintaiku?”
“Aku
mencintai cewek lain, Chris. Hatiku sudah mengatakan kalau aku jatuh cinta
padanya”.
“Siapa
cewek yang beruntung itu?”
“Christy……”
Derry memotong pembicaraan mereka.
“Ayo
Yuda kita pergi dari sini!” Menarik tangan Yuda.
“Chris
aku mau menjelaskan semuanya”. Menarik tangan Christy.
“Gak
perlu Derr, aku mau kita putus!” Menatap penuh benci.
“Aku
mohon, Chris!”
Tanpa
berkata-kata lagi Christy dan Yuda meninggalkan Derry yang nampaknya
bersungguh-sungguh ingin meminta maaf sama Christy.
SKIP………………………………………………………………………
“Kak,
Christy mau ajak kakak sama Yuda buat makan malam”.
“Kakak?”
“Iya
kak”.
“Kapan?”
“Sekarang.
Yuda sedang menuju kesini”.
“Ting
tung….” Suara bel rumah Christy berbunyi.
“Itu
sepertinya Yuda”.
“Ya
sudah kamu buka saja pintunya, kakak siap-siap dulu”.
Christy
membukakan pintu dan dia tidak melihat batang hidung Yuda, Namun yang dia lihat
adalah Derry mantan kekasihnya.
“Ngapain
kamu kesini?” Dengan Nada kesal.
“Aku
mau menjelaskan semuanya, Chris. Tapi tidak disini. Aku mohon!” memegang kedua
tangan Christy memohon agar mendapat kesempatan kedua.
“Okee…”
Amarahnya sedikit mereda.
“Chris
mana Yuda kok tidak disuruh masuk? Kakak udah siap nih”. Menunduk merapikan
bajunya.
“Kak
Nisa”. Sapa Derry.
“Derry?
Bukanya yang mau kesini itu Yuda? Kok?” menunjuk muka Derry kebingungan.
“Kak,
Christy jalan sama Derry dulu ya? Nanti kalau Yuda kesini kakak ajak dia makan
malam. Da kakak”.
“A
aaa akuuu.. sama akuuuu sama Zzzzs emmmm
Yu.. Yuda?”
“Hm
hm kak”. Sudah agak jauh duduk dibagian belakang moge milik Derry sembari
menoleh kebelakang.
Yuda
berpapasan dengan mereka begitu sampai digerbang rumah Anisa. Yuda Nampak
kebingungan karena melihat Christy bersama Derry.
“Loooh,
katanya mau makan malam denganku? Kok pergi sama Derry?” Gumamnya dalam hati.
“Yuda…
aku titip kak Nissa ya?” berhenti sejenak melihat Yuda sudah sampai dirumahnya.
“Jadi
kita pergi berdua nich?”
“Hmmm
hmmm…” Anisaa jadi salah tingkah hanya senyam senyum sendiri.
“Ya
udah, jalan Yuk!”
“Hmmm
Iyaa”. Lagi-lagi tersenyum.
SKIP……………………………………………………………………………
“Nisa,
boleh gabung?” Cherly muncul bersama Dimas.
“Boleeh…”
sembari mengaduk isi gelasnya dengan sendok cantik berwarna merah muda.
“Kalian
berdua disini?” Tanya Dimas
“Hmmm
hmmm” Jawab Anisa yang sedang mengunyah makanan.
“Akrab
juga kalian”. Ledek Cherly.
“Anisa????”
Cowok berjas hitam bersepatu hitam dan berdasi tiba-tiba menghentikan obrolan
mereka.
“Uhuuuuukkk…”
Anisa keselek makanan yang sedang dikunyahnya manja.
“Minum
minum…” Yuda mengambilkan minuman untuk Anisa.
Mata
Anisa sontak berkaca-kaca memandang cowok itu. Ternyata cowok yang membuat
Anisa keselek adalah Miko yang tak lain adalah calon suaminya.
“Siapa
dia, Nis?” Tanya Yuda yang heran melihat pandangan Anisa yang nampaknya
mengenal dekat cowok yang mendekati mereka itu.
“Nisa?
Kamu masih ingat aku?” Tanya Miko.
Anisa
langsung berdiri memeluk Miko, Nampak dihati Anisa massih tersimpan cinta untuk
Miko. Yuda yang melihat itu ikut berdiri begitupun Cherly dan Dimas.
“Aku
merindukanmu Mik, kenapa kamu tega ninggalin aku?” memeluk erat Miko.
Hati
Yuda sangat panas, dia berusaha menutupi rasa itu. Dimas dan Cherly
memperhatikan pandangan Yuda yang sangat terlihat kalau dia cemburu melihat semua
itu. Akhirnya Dimas dan Cherly menarik Yuda meninggalkan tempat itu.
“Aku
tidak meninggalkanmu, Nis. Hatiku masih selalu menyimpan cinta kita”.
“Lalu
kenapa kamu pergi?”
“Aku
pergi dengan alasan. Orang tuaku menginginkan aku menikah dengan gadis pilihan
mereka. Aku tidak bisa menolak, lalu aku putuskan untuk pergi dari kamu agar
kamu tidak terluka mendengar semua itu”. Memeluk Anisa lebih erat.
“Aku
mencintaimu Mik, aku gak mau kehilangan kamu lagi”.
Yuda
ternyata masih tetap ditempat itu walau dia hanya memperhatikan Anisa dari
jauh, melihat cinta Anisa begitu dalam Yuda memutuskan untuk menghilang dari
hadapan Anisa untuk selamanya.
“Lalu
dimana gadis itu sekarang?”
“Dia
sudah meninggalkan dunia ini, Nis”.
SKIP…………………………………………………………………………..
“Kak,
Christy punya kabar gembira. Christy balikan lagi sama Derry. Derry sudah minta
maaf sama Christy dan berjanji akan menyayangi Christy. Dia bilang kalau dia
benar-benar cinta sama Christy”.
“Emmmm
bagus donk!”
“Kakak
pulang sama siapa? Christy kok tidak mendengar mobil Yuda?”
“Mau
tau aja apa mau tau banget?”
“Iiiiiiwwwh
kakak gitu ya? Awas aja! Hayooo Christy Klitikin nich!”
Terjadi candaan khas dikamar Anisa.
Keesokan
harinya Anisa jalan sama Miko, tapi Anisa tidak merasakan senyaman saat dia
bersama dengan Yuda. Anisa pun merindukan Yuda yang selalu menemaninya saat
Anisa tertawa ataupun menangis.
Begitulah
yang dirasakan Anisa setiap hari bahkan rindunya kepada Yuda semakin berat
karena akhir-akhir ini Yuda tidak pernah menampakkan wajah uniknya itu
dihadapan Anisa.
“Maukah
kamu menikah denganku?!” berlutut dihadapan Anisa sembari membuka kotak merah
berisi cincin yang sangat indah.
“Maafkan
aku Mik, sepertinya hatiku sudah milik orang lain”. Berlari meninggalkan Miko.
Sampai
dirumah Anisa Nampak bingung dengan perasaannya. Dia mondar mandir dan membuat
Christy pusing melihatnya.
“Kak
berhentii !!!, Kakak masih mencintai kak Miko? Jawab jujur kak”.
“Ntahlah
Chris. Kakak bingung. Kakak memang masih mencintai Miko tapi sepertinya kakak
juga sedang jatuh cinta sama cowok lain”.
“Siapa
kak?”
“Mungkin
ini gila atau tidak masuk akal. Tapi rasa-rasanya kakak jatuh cinta sama Yuda.
Kakak memang mencintai Miko tapi hati kakak sudah terlanjur bersandar didalam hati
Yudaa, tapi sepertinya hati dia hanya untuk kamu, Chris”.
“Yuda?
Hmmmmm. Tidak kak, Yuda mencintai kakak bukan aku”. Christy tersenyum.
Sampai
dirumah Anisa, Cherly dan Dimas yang Nampak panic memanggil-manggil Anisa.
“Nisa,
Yuda Nis…”
“Kenapa
dengan Yuda?”
“Dia
mau berangkat ke Bali, dia mau pindah kuliah disana, sekarang dia dalam
perjalanan Ke Bandara”.
“Kak,
Christy tau kakak sangat mencintai Yuda. Yuda juga sangat mencintai kakak.
Sekarang kakak susul Yuda ya?”
Merekapun
menjalankan mobilnya menuju Bandara dengan kecepatan tinggi. Beruntung Yuda
belum berangkat dan Anisa masih bisa bertemu dengan Yuda.
“Yudaaa….”
Berlari mengahampiri Yuda yang menenteng koper, lalu Anisa memeluknya.
“Anisa…”
Merespon pelukkan Anisa.
“Jangan
pergi”.
“Aku
takan pergi untukmu”. Memeluk erat Anisa.
Dimas,
Cherly dan Christy yang melihat ikut merasakan kebahagiaan mereka berdua.
The End…………………………………………….
"cerita ini hanyalah fiktif belaka, jika ada kesamaan tempat, nama dan juga cerita adalah hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan"
Penulis : Isthie-Olivia-Offiziellen (@Istyii_Bvorzugt)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar